Legalitas Pemutusan Hubungan Kerja Berdasarkan Analisis Kinerja Algoritma pada Perusahaan Teknologi

Authors

  • Willion Lim Universitas Tarumanagara
  • Gunardi Lie Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.47134/pgpsp.v1i3.1115

Keywords:

Pemutusan Hubungan Kerja, Kecerdasan Buatan, Perlindungan Hukum Pekerja

Abstract

Penelitian ini mengkaji validitas pembuktian “kinerja buruk” sebagai dasar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta mekanisme perlindungan hukum bagi pekerja terhadap sanksi disipliner otomatis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam hubungan industrial di Indonesia. Permasalahan ini muncul seiring meningkatnya penggunaan sistem algoritmik dalam manajemen ketenagakerjaan yang kerap tidak transparan, berpotensi menimbulkan bias, serta mengabaikan hak pekerja untuk memperoleh proses yang adil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas pembuktian :kinerja buruk” berbasis algoritma tidak dapat dianggap sah apabila tidak memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, kepastian parameter, serta due process of law. Output sistem AI hanya dapat diposisikan sebagai bukti petunjuk yang harus didukung oleh evaluasi manusia dan alat bukti lain yang objektif serta dapat diuji. Lebih lanjut, perlindungan hukum bagi pekerja harus diwujudkan melalui mekanisme yang bersifat preventif, prosedural, dan represif, termasuk jaminan hak untuk didengar, hak atas penjelasan keputusan otomatis, serta akses terhadap penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan kerangka analitis yang mengintegrasikan validitas pembuktian berbasis algoritma, prinsip due process of law, dan rezim perlindungan data pribadi dalam konteks PHK. Kerangka ini diharapkan dapat memperjelas batasan penggunaan AI dalam hubungan kerja serta memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja di era transformasi digital.

References

Butt, S. (2026). Tec-Habilidad: Skill Classification for Bridging Education and Employment. Lecture Notes in Computer Science, 16221, 313-328, ISSN 0302-9743, https://doi.org/10.1007/978-3-032-09037-9_25

Correa, J.G. Tejada (2021). Special Procedure for Termination of Employment Contract Due to Poor Performance. Opinion Juridica, 20(41), 155-176, ISSN 2248-4078, https://doi.org/10.22395/ojum.v20n41a5

Daniel, H. A. G., & Jovan, R. S. (n.d.). Perlindungan hukum pekerja era gig ekonomi: Tinjauan regulasi ketenagakerjaan Indonesia. Diakses 10 Maret 2026, dari https://www.hukumonline.com/berita/a/perlindungan-hukum-pekerja-era-gig-ekonomi--tinjauan-regulasi-ketenagakerjaan-indonesia-lt686b7c7f22da6/?page=all&_gl=1*1d7yhwv*_up*MQ..*_ga*MzQzMzc0MDIwLjE3NzM4MTI4NjI.*_ga_XVDEV3KKL2*czE3NzM4MTI4NjEkbzEkZzEkdDE3NzM4MTM0MDgkajYwJGwwJGgw

Fajgielski, P. (2023). The Termination of the Employment Contract of a Data Protection Officer under GDPR: Commentary on the Judgment of the Court of Justice of the European Union in Leistritz AG v LH (C-534/20). Studia Iuridica Lublinensia, 32(2), 335-345, ISSN 1731-6375, https://doi.org/10.17951/sil.2023.32.2.335-345

Fasha, D. K. (n.d.). Arti due process of law. Diakses 10 Maret 2026, dari https://www.hukumonline.com/klinik/a/arti-due-process-of-law-lt64edc30233bb7/

Gao, F. (2026). Tech for Good: The employment effects of policy-driven artificial intelligence development. International Review of Economics and Finance, 105, ISSN 1059-0560, https://doi.org/10.1016/j.iref.2025.104807

Harmon, M.G. (2017). Is criminal history at the time of employment predictive of job performance? A comparison of disciplinary actions and terminations in a sample of production workers. After Prison Navigating Employment and Reintegration, 135-158, https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOxMe3b&scp=85060596893&origin=inward

Idiakez, F.J.A. (2023). Cooperatives and labour societies as formulas to promote employment through social security: analysis of the capitalization of benefits for unemployment and termination of activity. Revista Del Ministerio De Trabajo Y Economia Social, 157, 197-226, ISSN 2660-4647, https://doi.org/10.55617/revmites.63

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4356).

Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 6820).

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 238, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 6841).

Ismail, N. V., et al. (2025). Ambivalensi putusan hakim: Tantangan dalam upaya hukum dan penegakan hukum pilkades di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 2924.

Jerez, J.C. (2019). Resolutory condition as cause of termination of the employment contract. Clauses of results.. Indret(3), ISSN 1698-739X, https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOxMe3b&scp=85152716869&origin=inward

Johan, S. (2023). What Does Financial Institution Termination of Employment Mean in Terms of Labor Law?. Volksgeist Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi, 6(1), 49-59, ISSN 2615-174X, https://doi.org/10.24090/volksgeist.v6i1.6372

Kashyap, P.K. (2026). Role of Employment Law in Addressing Professional Identity Crises and Self-Doubt Triggered by AI Displacement: Legal Frameworks for Workplace Automation. Imposter Syndrome and AI Navigating Human Identity in the Age of Intelligent Machines, 411-427, https://doi.org/10.4018/979-8-3373-6618-0.ch021

Kurniawan, F. (n.d.). Ketidakpastian dan alasan untuk mencemaskannya. Diakses 10 Maret 2026, dari https://kolom.trenasia.com/read/misteri-ai-black-box-ketakpastian-dan-alasan-untuk-mencemaskannya

Munthe, Y. (n.d.). Misbruik van omstandigheden: Perjanjian dapat dibatalkan. Diakses 10 Maret 2026, dari https://mnllaw.co.id/misbruik-van-omstandigheden-voidable-agreement/

Setyo, E. E. (n.d.). Menisilik ajaran kausalitas dalam penerapan peristiwa pidana di pengadilan. Diakses 10 Maret 2026, dari https://www.dandapala.com/opini/detail/menilisik-ajaran-kausalitas-dalam-penerapan-peristiwa-pidana-di-pengadilan

Sutrisno, A. (2025). Peran hakim dalam mewujudkan due process of law pada sistem peradilan tata usaha di Indonesia. Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 5(1), 20.

Tyler, L. (2026). Factors associated with corrective actions, remediation, and employment termination of emergency physicians. American Journal of Emergency Medicine, 99, 232-236, ISSN 0735-6757, https://doi.org/10.1016/j.ajem.2025.10.009

Downloads

Published

2026-04-06

How to Cite

Lim, W., & Lie, G. (2026). Legalitas Pemutusan Hubungan Kerja Berdasarkan Analisis Kinerja Algoritma pada Perusahaan Teknologi. Public Goods and Public Sector Policy, 1(3), 10. https://doi.org/10.47134/pgpsp.v1i3.1115

Issue

Section

Articles