Perlindungan Hukum Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022
DOI:
https://doi.org/10.47134/pgpsp.v1i2.1039Keywords:
Perlindungan Hukum, Anak Perempuan, Kekerasan Seksual, UU TPKS 2022Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perlindungan hukum bagi anak perempuan korban kekerasan seksual berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dengan menggunakan pendekatan hukum normatif melalui studi peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, dan data statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU TPKS telah menghadirkan perlindungan hukum yang progresif melalui pendekatan berorientasi pada korban, jaminan kerahasiaan identitas, hak atas bantuan hukum, serta pemulihan melalui layanan medis dan psikososial serta restitusi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kultural, seperti keterbatasan kapasitas aparat, bias gender, norma patriarki, stigma sosial, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi standar operasional prosedur, pemerataan fasilitas rumah aman ramah anak, pendampingan hukum dan psikologis, serta peningkatan edukasi publik guna menjamin perlindungan hak korban secara efektif.
References
Ambodo, T., & Rochim, F. (2024). Konsep gender: Evaluasi penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Islamic Law: Jurnal Siyasah, 9(1), 74–86. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i1.983
Amelia, A. W. (2024). Perlindungan hukum terhadap anak korban eksploitasi fisik, sosial, dan seksual. Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.62383/konstitusi.v2i1.286
Defika Yulita Nirmalasari. (2024). Analisis perlindungan hukum anak terhadap kejahatan kekerasan seksual. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(4), 356–367. https://doi.org/10.62383/konsensus.v1i4.299
Dewu, C., Rodliyah, R., & Pancaningrum, R. K. (2024). Pelaksanaan restitusi terhadap anak korban kekerasan seksual. Jurnal Risalah Kenotariatan, 5(1). https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v5i1.203
Djohan, N. H. (2023). Menemukenali efektivitas penghapusan perdagangan orang dalam mewujudkan perlindungan hukum untuk perempuan di Indonesia. Progressive Law and Society, 1(1). https://doi.org/10.14710/pls.20706
Gagarin, M. G., Dewi, S., Asyhadi, F., Amaliya, L., & Arafat, Z. (2024). Efforts to protect the law of sexual violence cases against children related to Law Number 35 of 2014 concerning child protection. International Journal of Social Service and Research, 4(2), 602–611. https://doi.org/10.46799/ijssr.v4i02.731
Hairi, P. J., & Latifah, M. (2024). Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 14(2), 163–180. https://doi.org/10.22212/jnh.v14i2.4108
Hamzani, A. I., Widyastuti, T. V., Khasanah, N., & Rusli, M. H. M. (2023). Legal research method: Theoretical and implementative review. International Journal of Membrane Science and Technology, 10(2), 3610–3619. https://doi.org/10.15379/ijmst.v10i2.3191
Hendrawan, H., Wahyudi, W., & Husain, H. (2025). Upaya perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana persetubuhan. An-Nisa: Journal of Islamic Family Law, 2(3), 162–174. https://doi.org/10.63142/an-nisa.v2i3.249
Jufri, M. A. A., & Putra, A. K. (2021). Aspek hukum internasional dalam pemanfaatan deepfake technology terhadap perlindungan data pribadi. Uti Possidetis: Journal of International Law, 2(1), 31–57. https://doi.org/10.22437/up.v2i1.11093
Karso, A. J. (2025). Reconstruction of Law Number 12 of 2022 concerning criminal acts of sexual violence: The first milestones in eliminating sexual violence in Indonesia. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(8), 1431–1454. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i8.4374
Leite, F. M. C., Ferrari, B., Fiorotti, K. F., de Oliveira Pedroso, M. R., Venturin, B., Letourneau, N., & Tavares, F. L. (2023). Analysis of reported cases of sexual violence in Espírito Santo, southeastern Brazil, 2011–2018. BMC Public Health, 23(1), 914. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15722-8
Lestari, E. D., G. S., A. A. S., & Noor, R. S. (2025). Sexual violence crimes and legal protection for victims: Law Number 12 of 2022 and the reality of handling sexual violence cases in Indonesia. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(6), 4683–4694. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i6.2196
Liko, A. M., Nasamputu, M. C., Meti, M. N., Duan, I. K., & Widiartana, G. (2023). Sexual violence in Indonesian Law Number 12 of 2022: Viewed from the concept of radical feminism. International Journal of Social Science and Human Research, 6(2). https://doi.org/10.47191/ijsshr/v6-i2-65
Malurung, F., & Basyarudin, B. (2025). Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual: Studi kasus di PPA Manado. Corpus Juris: Jurnal Ilmu Hukum, 1(1), 30–39. https://doi.org/10.62335/corpusjuris.v1i1.746
Meiliana, T., & Mayrudin, Y. M. (2024). Dynamics of gender justice in the state’s negation of victims of sexual violence. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 10(2), 153. https://doi.org/10.22373/equality.v10i2.24218
Nova, E., & Elda, E. (2022). Implikasi yuridis Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual terhadap korban dalam sistem peradilan pidana terpadu yang berkeadilan gender. UNES Law Review, 5(2), 564–579. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i2.361
Pamungkas, B., Fitriana, D., Fitriyana, D. N., Azizah, R. N., & Rajagukguk, A. C. (2022). Legal aid in sexual violence cases (Novia Widyasari case). The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, 4(2). https://doi.org/10.15294/ijicle.v4i2.61937
Paraušić Marinković, A., & Ivanović, A. (2024). Victimization of women and girls in urban areas: The case study of Novi Pazar. Thematic Conference Proceedings of International Significance, 151–162. https://doi.org/10.47152/Palic2024.11
Putra, R. A. E. (2024). Kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam perspektif hukum di Indonesia. Verdict: Journal of Law Science, 3(1), 41–52. https://doi.org/10.59011/vjlaws.3.1.2024.41-52
Rangga Basqian, R. R., & Jaelani, E. (2024). Tinjauan yuridis terkait Child Protection Convention 1996 dan perbandingannya dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak di Indonesia. Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 2(2). https://doi.org/10.59818/jps.v2i2.672
Salsabila, N. W., & Suherman, A. (2022). Perlindungan hukum atas kekerasan seksual bagi remaja perempuan di Indonesia. Verdict: Journal of Law Science, 1(2), 74–85. https://doi.org/10.59011/vjlaws.1.2.2022.74-85
Sari, I. K., & Candra, M. (2024). Perlindungan hukum bagi anak di bawah umur yang menjadi korban tindak pidana pelecehan seksual. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 5(6), 591–615. https://doi.org/10.15642/mal.v5i6.432
Sistha, W. W., Harahap, I., & Pardede, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual. Collegium Studiosum Journal, 8(1), 312–394. https://doi.org/10.56301/csj.v8i1.1715
Sukadi, I., Banoet, C. G. R., & Amilia, Z. (2024). Perlindungan hukum terhadap perempuan di bawah umur akibat perkawinan dini perspektif maqashid syariah. Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 19(2). https://doi.org/10.18860/egalita.v19i2.29726
Tedy Irawan, Sitorus, Y. D. A., Khasanah, D. M., & Nurhidayati, D. A. W. (2025). Analisis efektivitas peraturan hukum terhadap tindak pidana kekerasan seksual pada anak. Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum, 3(2), 130–139. https://doi.org/10.59581/deposisi.v3i2.5088
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alexander Jay, Hafa’ahakhododo Ndraha, Harry Yunizar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


